Sekali Lagi (Mon Amour)

    Di kala hati resah
    Seribu ragu datang memaksaku
    Rindu semakin menyerang
    Kalaulah aku dapat membaca pikiranmu
    Dengan sayap pengharapan
    Kuingin terbang jauh
    Biar awan pun gelisah
    Daun-daun jatuh berguguran

    Waktu itu aku menunggu malam untuk selesai berdandan. Bermandikan cahaya bulan berhiaskan senyuman bintang. Seperti yang sudah-sudah. Senja berganti malam memang indah. Langit yang perlahan beranjak merah keemasan. Senja yang begitu menawan. Walaupun kadang suasana senja sering membuat hati terluka.
    Kita berjalan menyusuri jejak-jejak malam. Melihat bintang-bintang. Cantiknya rembulan. Tapi pernahkah kita bertanya siapa kita? Sepertinya kita adalah sama. Saat aku merasa berarti di sampingmu. Saat kamu berharga ketika bersamaku. Tapi saat aku terlelap begitu lama, aku bukan siapa-siapa. Dan kita ternyata juga bukan siapa-siapa. Mestikah aku bersedih?
    Waktu itu aku sedang tidak menunggu malam. Aku sedang membuka hari. Merangkai goresan lembar demi lembar. Aku tak tahu siapa yang menuntun jemariku. Mungkin itu kamu kawan.
    Apakah ceritamu sudah beranjak senja? Begitu tanya mereka. Ketika makin bimbang hatiku untuk menutup hari. Ketika aku terlelap, tertidur, dan bermimpi. Membiarkan semuanya berlalu. Sepertinya biasa saja. Memangnya kenapa kalau aku tertidur lama? Tidur sajalah. Tidak banyak orang yang menunggu untuk bangun. Kehidupan di luar sana akan tetap berjalan.
    Kini kita tak lagi berjalan menyusuri jejak-jejak malam. Tak lagi melihat bintang-bintang dan indahnya rembulan. Hanya masih kugenggam erat tanganmu. Selalu. Esok aku akan terbang.
    Aku terbangun. Melihat hari itu. Sekali lagi. Selalu ada mimpi. Bukankah kita tak berkuasa atas hidup kita sepenuhnya? Setidaknya jika suatu hari nanti kita mati, kita percaya bahwa kita akan baik-baik saja. Walaupun kita bersedih. Walaupun kita tertawa. Sebenarnya semuanya biasa saja. Walaupun tak sebaik yang kita inginkan. Dan kita tak akan menyesal, karena kita sudah melakukan apa yang seharusnya kita lakukan.
    Nanti akan kulihat diriku lagi. Yang sedang terbang. Membelah langit. Menembus awan. Melihat bintang yang menunggu malam selesai berdandan.

Lyrics Taken from Yana Julio - Selamanya Cinta

Bandung, Oktober 2007

                            

Karena Aku Adalah Bintang

    Tidurlah...
    Selamat malam
    Lupakan sajalah aku
    Mimpilah dalam tidurmu
    Bersama bintang

    Ketika malam bertambah malam. Tahu bahwa itulah adanya. Dan air itupun mengalir. Sampai jauh. Kamu genggam makin erat. Karena takkan kamu biarkan. Dan akan berarti. Pasti. Tapi tentu tidak untuknya.
    Ada kisah yang tercipta. Antara ribuan pelangi. Kamu mulai lelah walaupun tidak untuk menyerah. Walaupun mendung, walaupun malam, aku tahu bintang tetap ada di sana. Apakah aku mengerti?
    Akan kubiarkan berlalu. Apa adanya. Aku tak tahu. Semuanya terjadi. Tak bisa dihindari. Kan kugenggam. Makin erat. Dan akan berarti. Walaupun tidak untuknya.
    Di antara dinginnya angin di lembah pegunungan, aku mulai terjatuh dan bangkit lagi. Bersama rintik hujan. Aku jatuh lagi. Dan pasti bangkit lagi. Dan di antara belaian lebat hutannya, maka nyanyikanlah. Bukankah itu menyenangkan. Apakah kamu mengerti?
    Dan berjalanlah. Bernyanyilah. Menembus batas mimpi. Memeluk bintang. Seeratnya. Di atas langit hitam. Dan ramahnya malam akan membelai mimpimu. Bersama bintang, yang akan selalu memberikan senyuman.
    Dan terbanglah. Tersenyumlah. Bahagialah. Jauh tinggi. Melewati hujan. Menembus awan. Karena di balik awan, akan selalu ada bintang.
    Do you understand?

Song Lyrics Taken from Drive - Bersama Bintang
Bandung, Juli 2007

Adalah Pada Suatu Hari

Adalah Peterpan
Dengan binar indah matanya
Terbang menembus pelangi

Dilihatnya seorang peri
Di kejauhan mimpi
Terdiam di tempatnya
Seperti ia pernah mengenalnya

"Guk... Guk... Guk..."
"Itu peri kecil pujaan hatimu"
Anjing putih kecil Peterpan berseru

"Oh..." Peterpan bergumam
Ia pun menghampiri
Peri kecil yang sedang duduk sendiri

Peri Kecil tersenyum
Sayap peraknya terluka
"Kenapa?" tanya Peterpan

"Entahlah" jawab Peri Kecil
Peterpan tersenyum
Mencoba mengerti
Memahami luka yang tak ingin dibagi

"Maaf" ucapnya pada Sang Peri
Sang Peri pun mengerti

Peterpan mencoba dengan setulus hati
Mengobati luka yang tak terperi

* * *

Ketika hari beranjak pergi
Peterpan melihat Sang Peri mencoba terbang kembali
"Terbanglah penuh semangat!!!" teriak Peterpan
Tapi Sang Peri tak mendengar

Peri Kecil menari-nari
Teman-temannya datang
Ada memuja ada yang menyayangi
Membagi semangat
Membantu untuk selalu bisa terbang kembali

"Terbanglah penuh semangat!!!" teriak Peterpan
Tapi Sang Peri tak mendengar

Peterpan pun tersenyum
Melihat Sang Peri terbang kembali
Mengepakkan indah sayap peraknya

"Guk... Guk... Guk..."
"Bukankah Sang Peri begitu berarti?"
Anjing kecil berseru lagi

Peterpan tak menjawab
Tangannya ternyata terluka
Ketika menyentuh sayap Sang Peri

"Guk... Guk... Guk..."
"Ayo kamu ikuti"
Anjing putih kecil menasehati

Peterpan tak mengerti
Membiarkan waktu berganti
Untuk terlelap dan bermimpi
Menghilangkan lelah di hati

Peri Kecil menari-nari
Melupakan luka di hati
Peri-peri lain begitu menyayangi

* * *

Pada suatu hari
Peterpan dan Sang Peri bertemu di negeri mimpi
Berjanji mengikat hati

"Guk... Guk... Guk..."
Anjing putih kecil tersenyum riang
Melihat Peterpan bersama Peri Kecil tersayang

Senyum mereka terkembang
Bulan dan bintang pun ikut berdendang

* * *

Anjing putih kecil berseru lagi
Membangunkan Peterpan dari mimpi
"Guk... Guk... Guk..."
"Aku akan pergi bersama Sang Peri"
"Menemaninya setiap hari"

Peterpan tersenyum
Melihat anjing putih kecil
Bersama dengan Sang Peri
"Andai aku jadi anjing putih kecil"
"Tentu aku akan gembira sekali"
"Selalu bisa menemani Sang Peri" :D

Sang Peri juga tersenyum lagi
Sungguh manis sekali
Berusaha menimpali
"Andai anjing putih kecil itu kamu Peterpan"
"Tentu aku akan bersedih hati"
"Dan akan lari jika selalu kamu temani" :D

Anjing putih kecil tertawa geli
Melihat apa yang terjadi
"Guk... Guk... Guk..."
"Peterpan dan Peri Kecil yang menawan hati"
"Kalian akan selalu kusayangi"
"Sampai aku mati" :D

* * *

Waktu pun terus berganti
Dengan kepakan sayap peraknya
Adalah Peri Kecil...
Terbang menari-nari
Jauh tinggi
Menembus batas mimpi

Musim pun selalu berganti
Dengan binar indah matanya
Adalah Peterpan...
Terbang jauh tinggi
Sampai nanti
Menembus ribuan pelangi

Jakarta, Juli 2007

Mendung di Langit

Awan terentang
Bagaikan lukisan terpanjang
Senja menepi
Selalu ada dan menggoda
Matahari melukis cakrawala
Di relung lautan
Ada ciptaan dewata
Nun jauh dari sini
Bintang sedang menari
Bersama bulan dalam peraduan
Di pergantian tahun ini
Tapi hujan tak turun
Karena mendung tak ingin merusak hari
Dan langit pun beranjak cerah
Karena bintang begitu berarti

Balikpapan, Maret 2007

Sebuah Kisah Klasik Praktikum Fisika yang Asyik

Iseng korek-korek lagi tulisan-tulisan di folder dokumen komputer gw.
Nemu puisi ini. Jadi inget ketika dulu. Rindu.
Semester-semester awal di STT Telkom. Di praktikum akhir Fisika.
Di pagi dingin itu gw terbangun. Teringat belum bikin TP.
TP terakhir cuman bikin feed back. Bingung bikin apa.
Dengan mata berat karena maksa buat bangun, jadilah sebuah feed back.
Salah satunya adalah puisi. Kurang lebih isinya seperti ini.

* * *

Di suatu pagi yang indah sekali
Weker jahat telah berbunyi
Namun aku tak mau ambil peduli
Kulemparkan ia ke dalam lemari
Dan kurapatkan selimutku lagi

Tetapi...
Kata hati memaki-maki
Mengingatkan kewajiban yang harus kujalani
Praktikum Fisika di pagi hari

Oh sedihnya hati ini
Bergegas kupergi karena tak sempat mandi
Menuju lab Fisika yang telah menanti

Dengan sebuah modul di tangan
Dan memakai jas biru yang menawan
Kuberjalan sambil memasang wajah tampan
Dengan gaya seorang pria masa depan

Di depan pintu
Asisten telah menunggu
Lalu tersenyum memandangku... dan terus memandangku
Oh... Aku menjadi tersipu malu
Kupikir ia terpana akan diriku
Tapi... Setelah kutahu
Ternyata aku lupa memakai baju

Setelah aku kembali
Asisten pun tersenyum penuh arti
Diberinya aku tes awal yang susahnya setengah mati
Namun tetap kukerjakan dengan senang hati

Asisten-asistenku yang keren
Yang lebih keren dari Supermen
Ajarilah kami dengan telaten
Agar menjadi mahasiwa yang paten

Oh akang dan teteh asistenku
Tahukah dirimu
Bahwa jauh di dalam lubuk hatiku
Ingin kuterbang ke langit biru
Untuk melukis wajahmu di situ
Sebagai ucapan tanda terima kasihku

Bandung, November 2001

Air Mengalir Sampai Jauh

Langit mendadak runduk kelabu
Di sini kita tak sempat lagi bicara tentang sepi
Dan membenahi jejak mimpi selama ini
"Hidup tak perlu ditangisi" katamu

Untuk memulai hidup ini dibutuhkan keberanian
Namun tak usah berlebihan
Karena gerimis luruh pun menyimpan kemungkinan

Sungai yang angkuh tengadah dipermainkan musim
Menjebak hidup kita dari gelombang tak terduga
"Hidup harus lebih dari sekadarnya"

Budi Laksmono (1959-1986)
Diambil dari "Jejak Kampus di Jalan Alam, 40 Tahun Mapala UI"

Hidup

Hidup adalah soal keberanian
Menghadapi yang tanda tanya tanpa kita mengerti
Tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah
Dan antara ransel-ransel kosong serta api unggun yang membara
Aku terima ini semua melampaui batas-batas hutanmu
Melampaui batas-batas jurangmu

Soe Hoek Gie

Because It's There

Hear the wind calls my name
The sound that leads me home and home again
I'll run like the river
And I'll fly like an eagle to where I belong

From Pipit Short Message
Bandung, Januari 2003

Gadis Manis di Hari Minggu (Bersama Kupu-kupu Emas)

Minggu pagi datang bersama matahari
Minggu pagi datang membawa gema
Kupu-kupu emas terkesiap membuka matanya yang indah

Dalam alunan seuntai kata nun jauh di sana
Dari seorang gadis kecil manis bermata sayu
Kupu-kupu jelas melihat awal dari cinta itu

"Aku akan bersamamu?" tanyanya pada gadis kecil
Gadis kecil itu diam tak berkata
Hanya tersenyum pada kupu-kupu emas
Ada luka di balik manisnya

Kupu-kupu emas yang elok
Ada di masa itu dari masa lalu
Untuk bertemu dengan gadis kecil

Kupu-kupu emas yang elok
Telah ada di tempat itu
Menanti gadis kecil datang menyapa

Gadis kecil yang manis datang membawa senyuman
Kupu-kupu emas menemaninya dengan senyuman
Kemudian bersama melewati hari dengan senyuman

Gadis kecil yang manis berlari-lari
Di suatu taman bunga yang terindah
Sekuntum mawar merah bergoyang bersama kupu-kupu emas
"Mawar ini untukmu gadis kecil" kupu-kupu emas berujar

Gadis kecil manis tersenyum riang
Sejenak terlupa dari luka
"Terima kasih untukmu wahai kupu-kupu emas"

Gadis kecil yang manis berlari-lari
Di suatu taman bunga yang terindah
Sementara kupu-kupu emas terbang bersama naluri
Meninggalkan gadis kecil untuk kembali

Seuntai kata nun jauh di sana
Kupu-kupu emas berkata
"Aku telah jatuh cinta padanya"
"Pada gadis kecil yang manis"
"Tunggulah aku di sana"
"Bersama mawar merah yang indah"

Seuntai kata nun jauh di sana
Gadis kecil yang manis berkata
"Mawar ini adalah mawar yang engkau berikan"
"Mawar dari taman bunga yang terindah"
"Kupu-kupu emas yang elok"
"Kau pun aku cinta"

...

Minggu pagi datang bersama matahari
Minggu pagi datang membawa gema
Kupu-kupu emas terkesiap membuka matanya yang indah

Pagi terus berganti
Musim pun kian berlalu
Kupu-kupu tak kunjung kembali
Menemui gadis kecil yang manis

"Apakah ada cinta di antara kita?"
Gadis kecil menunggu dan bertanya
Pada kupu-kupu emas yang entah di mana

Kupu-kupu emas yang elok
Terbang bersama naluri
Menanti datangnya hari
Untuk kembali pada gadis kecil yang manis

...

Minggu pagi datang bersama matahari
Minggu pagi datang membawa gema
Kupu-kupu emas terkesiap membuka matanya yang indah

Untaian kata datang membawa berita
Gadis kecil manis dan kupu-kupu emas saling jatuh cinta?
Adakah mencintai?
Oleh seorang gadis kecil kepada kupu-kupu emas?
Adakah menyayangi?
Dari kupu-kupu emas untuk gadis kecil yang manis?

Menunggu di sini menanti datangnya hari
Bersama mawar merah yang mulai layu dan membeku
Ketika akhirnya cinta datang membunuh mereka

Kupu-kupu emas dan gadis kecil
Jauh makin terpisahkan
Terdiam, tergeletak kaku
Membujur mati karena menanti

Sementara mawar merah
Menangis sendu dan terharu
Air mata membasahi kelopaknya

...

Minggu pagi datang bersama matahari
Minggu pagi datang membawa gema
Hanya ada mawar merah yang makin layu dan membisu
Mengenang gadis manis di hari minggu
Dengan cerita kupu-kupu emas yang pernah bersamanya

Bandung, Mei 2004

Dia Menari

Dia menari
Ketika langit berpelangi
Bergerimis di sela dingin
Merah dan semburat jingga
Oh indahnya ...

Dia mengalun
Dalam dendang lagu syahdu
Dia berirama
Bersama bunga yang layu

Dia memelukku
Ketika melukaiku
Dia menciumku
Ketika menikamku

Dia menari
Ketika bintang bersembunyi
Malam hitam dipeluk angin
Menari Menari Menari
Oh indahnya ...

Denpasar, November 2004

Bunga Kecil

Bunga Kecil...
Aku akan menunggumu sepanjang musim
Melindungimu dari hembusan angin
Merawat rantingmu yang pernah patah
Dan selalu menjagamu sehingga binatang-binatang tidak membuatmu takut

Inspirated from Wahyu "Bedjat" Djatmiko
Bandung, September 2004